Beranda > Kisah" Islami > Kembalinya Tangan Si Gadis Buntung

Kembalinya Tangan Si Gadis Buntung

Pada zaman dahulu, Bani Israil mengalami masa paceklik yang panjang. Makanan menjadi barang yang sulit diperoleh. Kalau pun ada, harganya sangat mahal. Banyak orang yang mati kelaparan saat itu. Suatu hari, seorang miskin datang mengetuk pintu tetangganya yang kaya-raya tetapi terkenal kikir. Ia memohon, “Berikanlah aku makanan karena Allah, tuan.”

Orang kaya itu diam saja, tak menyahut rintihan itu sama sekali. Lalu anak perempuannya yang merasa iba terhadap orang itu, keluar rumah membawa sepotong roti yang masih hangat, lalu memberikannya kepada si miskin. Alangkah marahnya sang ayah. Begitu murkanya ia kepada anak gadisnya, sampai-sampai tanpa ampun ia memotong tangan kanan anaknya itu. Sungguh hebat derita yang dialami anak perempuan itu. Ia hanya bisa menjerit kesakitan kemudian jatuh pingsan.

Tahun demi tahun berlalu, zaman datang silih berganti. Allah Swt menakdirkan sang hartawan jatuh miskin dan meninggal dalam keadaan yang hina. Seluruh hartanya ludes, sementara anak perempuan satu-satunya yang bertangan buntung mencari sesuap nasi dengan jalan mengemis. Sesungguhnya gadis ini berwajah cantik, tapi karena tubuhnya begitu kotor, kecantikannya jadi tak terlihat.

Suatu hari, gadis buntung itu mengemis di depan rumah seorang laki-laki yang kaya-raya. Ketika ia mengetuk pintu, keluarlah ibu dari laki-laki kaya itu. Si gadis yang merasa malu dengan keadaannya, segera memasukkan tangan kanannya ke balik pakaiannya. Sang ibu yang melihat paras cantik gadis itu merasa heran, mengapa gadis secantik itu menjadi pengemis. Ibu itu lalu mengajak sang gadis masuk ke dalam rumahnya. Singkat cerita, sang gadis menuturkan kisah hidupnya kepada ibu itu. Lalu, karena merasa kasihan, si ibu bermaksud menikahkannya dengan anak lelakinya yang kaya.

Ketika hendak dinikahkan, calon pengantin perempuan kembali menyembunyikan tangan kanannya yang buntung. Saat dihidangkan makanan, ia mengambil dengan tangan kirinya. Melihat hal itu, calon suaminya berkata, “Keluarkan tangan kananmu!” Tapi, lagi-lagi si calon istri mengeluarkan tangan kirinya. Meskipun calon suaminya membentak sampai tiga kali, si gadis tetap saja mengeluarkan tangan kirinya. Akhirnya si hartawan marah.

Tiba-tiba terdengar suara berbisik dalam lubuk hati si gadis, “Keluarkan tanganmu, wahai hamba-Ku. Engkau telah memberi roti kepada orang miskin karena Aku. Oleh karena itu Kuanugerahkan tangan kanan kepadamu.” Gadis itu kaget bukan kepalang. Setengah ragu ia keluarkan tangan kanannya dari balik pakaian. Subhanallah, dengan izin Allah, tangan kanannya kembali muncul seperti sedia kala. Maka kedua sejoli itu pun menikmati santapan dengan penuh bahagia.

Kategori:Kisah" Islami
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: